Rabu, 22 Mei 2013

sejarah teknik kimia universitas indonesia

sejarah teknik kimia universitas indonesia









Sejarah perkembangan
Berdirinya Departemen Teknik Kimia berawal dari Program Studi Teknik Gas (PSTG) yang lahir pada tahun 1981 di Departemen Metalurgi atas permintaan PERTAMINA berkenaan dengan kebutuhan nasional akan sarjana teknik yang mampu dan siap untuk menangani proses pencairan gas bumi. Mahasiswa PSTG berasal
dari Jurusan Teknik Metalurgi, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro (FT-UI), serta dari Jurusan Fisika dan Kimia (FMIPA-UI). Pada tahun yang sama lahir Program Studi Teknik Kimia (PSTK) di Jurusan Mesin. Pada tahun 1985, PSTG dan PSTK digabung menjadi Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia (TGP) dan mulai menerima mahasiswa dari semester 1 melalui Sipenmaru.
Melalui SK Ditjen Dikti tahun 1989 Jurusan TGP masuk ke dalam kelompok Program Studi Teknik Gas dan Petrokimia, namun tahun 1996 dikelompokkan ke dalam Program Studi Teknik Kimia (PSTK). Tahun 2003 berdasarkan ART UI-BHMN nama jurusan berubah menjadi departemen, dan tahun 2006 berdasarkan SK Rektor UI nama Departemen Teknik Gas dan Petrokimia berubah menjadi Departemen Teknik Kimia (DTK). Sebagai PSTK, maka bidang studinya menjadi luas, dan tantangan ke depan adalah menghasilkan Sarjana Teknik Kimia berkualitas yang mampu bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi lain, lulusan yang mampu berperan menyelesaikan persoalan sehari-hari demi meningkatkan kesejahteraan manusia melalui inovasi proses, berkiprah dalam meningkatkan kemakmuran nasional melalui peningkatan daya guna sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dengan cara yang lebih berkelanjutan, pengembangan teknologi proses kimia yang efisien dan ramah lingkungan tanpa menimbulkan persoalan-persoalan baru, berperan memberikan solusi terhadap persoalan global yang antara lain mengembangkan sumber energi baru, meningkatkan sumber daya alam melalui sintesis material, memproduksi bahan kimia untuk menaikkan produksi pertanian, mengurangi penggunaan energi melalui perencanaan sistem yang efisien, mencari metode pengelolaan pencemaran lingkungan dan mendaur-ulang bahan buangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar